Larangan Menampakkan Perhiasan Kepada Laki-Laki Yang Bukan Muhram

Bab 6

Larangan Menampakkan Perhiasan Kepada Laki-Laki yang Bukan Mahram

Islam sangat perhatian dalam mengatur hubungan laki-laki dan wanita. Sehingga Allah membuat undang-undang yang sangat apik dalam mengatur hubungan dua insan yang berlainan jenis ini. Di an­tara undang-undang tersebut adalah seorang wanita muslimah tidak boleh menampakkan perhiasannya kepada laki-laki yang bukan mahram. Berdasarkan ayat al-Qur'an yang berbunyi:                                                    
                                                                   
                                                               

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutup kan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami me­reka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perem­puan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- bu­dak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhdap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar dike­tahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertau­batlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS an-Nur [24]: 31)

Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Firman Allah ‘dan janganlah mereka menampakan perhiasannya,kecuali yang (biasa) tampak daripadanya’ maksudnya adalah janganlah para wanita menampakan sesuatu dari perhiasannya kepada laki-laki asing kecuali sesuatu yang tidak bisa disembunyikan. "27

Ayat yang mulia ini menunjukkan kepada kita bahwa perhiasan wa­nita ada dua macam:
Pertama : Perhiasan yang tampak dan terlihat
Kedua : Perhiasan yang tersembunyi dan tidak terlihat
Berkaitan perhiasan yang tersembunyi dan tidak terlihat, maka per­hiasan ini tidak boleh diperlihatkan kepada orang asing yang bukan mahramnya, seperti perhiasan gelang, kalung, celak mata, an­ting-anting, dan lainnya, karena dengan memperlihatkannya mem­buat orang lain akan melihat bagian tubuh wanita yang terhiasi de­ngan perhiasan ini. Sebagaimana akan kami jelaskan, insya Allah Sementara itu, perhiasan yang tampak dan boleh diperlihatkan kepa­da orang asing yang bukan mahram yang tersebut dalam ayat:
                                                                       
"Kecuali yang (biasa) tampak daripadanya."

Para ulama berselisih tajam tentang perhiasan yang biasa tampak, menjadi dua pendapat28:
Pendapat pertama: Maksud perhiasan yang biasa tampak adalah sesuatu yang terlihat dari badan wanita, seperti wajah29 dan pergelangan tangannya. 30
Pendapat kedua: Maksud dari perhiasan yang biasa tampak ada­lah perhiasan I yang dipakai seorang wanita di luar badannya, seperti busana yang dipakai dan lainnya.31 Walhasil, selayaknya bagi wanita muslimah untuk tidak menam­pakkan perhiasan yang ada pada dirinya, kecuali yang biasa terlihat. Ibnu Athiyyah berkata, "Dan yang tampak bagiku dengan hukum yang tercantum dalam ayat bahwasanya seorang wanita diperintah­kan untuk tidak menampakkan perhiasannya. Hendaknya seorang wanita bersungguh-sungguh untuk menyembunyikan setiap yang di­sebut perhiasan. Dan adanya pengecualian terhadap perhiasan yang biasa tampak posisinya seperti dalam keadaan darurat, maka hal itu dimaafkan. »32
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts